“Gerak lincah 18 penari Padang hibur pengunjung di “The Beauty of West Sumatera” di Perth”

Apr 25, 2018 Comments Off on “Gerak lincah 18 penari Padang hibur pengunjung di “The Beauty of West Sumatera” di Perth” by

Perth, Australia “Gerak lincah 18 penari Padang hibur pengunjung di “The Beauty of West Sumatera” di Perth”

Kegiatan yg diadakan oleh komunitas Sumatera Barat di Australia Barat Rumah Gadang pada 21 April tersebut sukses membuat sekitar 200 penonton terkagum-kagum atas 13 tarian dan 3 peragaan busana dari kota Padang.

Acara dibuka dengan sebuah tari Pasambahan (Persembahan) yang merupakan tari penyambutan dalam tradisi Minang dengan puncak tarian berupa pemberian sirih kepada tamu utama yaitu Konsul Jenderal RI di Perth Dewi Gustina Tobing.

Selanjutnya Konjen Dewi Tobing dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan semangat pantang menyerah dari Rumah Gadang dan ketuanya Kasma Godfrey dalam upayanya membawa tim penari dan desainer dari Padang. Sanggar yang dibawa adalah Alang Babega, sanggar Parmato Putiah, dan sanggar Pituah.

Para penari yang masih duduk di bangku sekolah dasar dan menengah berhasil memukau penonton dengan tarian yang diiringi musik khas Minang yang ceria. Acara semakin lengkap dengan fashion show dari Fomalhaut Zamel, desainer asal Sumatera Barat yang memadukan konsep tradisional kain dan corak Minang dengan pakaian dan gaun modern yang anggun. Desainer muda tersebut membawakan koleksi yang terlihat mewah dan menunjukkan kelas tersendiri. Busana tersebut diperagakan dengan anggun oleh model-model dari berbagai etnis yang turut memeriahkan selebrasi multi kulturalisme di Australia Barat.

Kegiatan promosi budaya Minang yang dikemas dalam bentuk tari dan peragaan busana tersebut sekaligus dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada tanggal yang sama.

Sambutan penonton terhadap kegiatan promosi Sumatera Barat ini sangat positif. “Acara ini sangat bagus dan disiapkan dengan sangat baik. Penari sangat menghibur”, ucap Syahrir Laonggo, salah satu masyarakat yang sudah lama mukim di Perth.

“Baju-baju yang dirancang sangat cantik, diperagakan oleh model profesional. Anak-anak dilibatkan dalam tarian sehingga bidaya Minang senatiasa mengakar di dalam diri mereka. Luar biasa!”, komentar Ellis seorang mahasiswa S3 di Perth.

Acara ditutup dengan sebuah tarian bersama berjudul Andam oy Andam yang dibawakan oleh seluruh penari dan diikuti penonton yang berpartisipasi.

-KJRI Perth-

News & Events, Sociocultural

About the author

The author didnt add any Information to his profile yet
Comments are closed.