KERUKUNAN KELUARGA SUMATERA BAGIAN SELATAN DI AUSTRALIA BARAT BERBAGI DENGAN ‘THE NEEDY’ DI KOTA PERTH

Apr 13, 2018 Comments Off on KERUKUNAN KELUARGA SUMATERA BAGIAN SELATAN DI AUSTRALIA BARAT BERBAGI DENGAN ‘THE NEEDY’ DI KOTA PERTH by

 

 

Perth adalah ibukota Australia Barat yang merupakan negara bagian terbesar di Australia. Berdasarkan sensus tahun 2016, jumlah penduduk di Australia Barat ini sekitar 2 juta jiwa atau sekitar 20% dari jumlah penduduk kota Jakarta. Pada sebuah negara maju seperti Australia, tingkat kesejahteraan masyarakat umumnya cukup tinggi. Data yang dilansir dari website City of Perth menunjukkan bahwa berdasarkan sensus tahun 2016, setiap keluarga di kota Perth  memiliki penghasilan sebesar $2,500 (setara Rp25 juta rupiah) atau lebih setiap minggu. Namun demikian, sebuah kota maju seperti kota Perth pun masih memiliki masalah sosial yang membutuhkan peran serta komunitas untuk penyelesaiannya.

Pada hari Selasa tanggal 20 Maret 2018,berlokasi di 300 Wellington Street, Perth, komunitas  Kerukunan Kerukunan Keluarga Sumatera Bagian Selatan (KKSBS) di Australia Barat ikut berpartisipasi di dalam kegiatan charity di bawah koordinasi Living Grace foundation. Kegiatan charity KKSBS dilakukan dengan memberikan sumbangan personal hygiene/toiletries kepada sebagian ‘the needy’ di kota Perth.  ‘The needy’ adalah istilah yang umumnya dipakai untuk menggambarkan masyarakat yang kurang beruntung. Rose Brown, Ketua Umum KKSBS, menyatakan bahwa kegiatan charity KKSBS ini merupakan wujud perhatian dan kontribusi dari masyarakat Sumatera Selatan yang tinggal di kota Perth kepada sebagian anggota masyarakat di Perth yang hidupnya kurang beruntung. Julie Schenk, Ketua KKSBS, menambahkan bahwa kegiatan charity ini merupakan langkah KKSBS untuk ‘giving back to community’ dan untuk memberikan motivasi harapan hidup yang lebih baik kepada ‘the needy’.  Salah satu hal yang menarik dari kegiatan charity KKSBS ini adalah observasi mengenai bagaimana ‘the needy’ di Perth merespon sumbangan yang diberikan kepada mereka. “Mereka (the needy) tidak greedy” ungkap Julie. Kalau mereka tidak butuh, mereka akan bilang “No, thank you, I have some already”.  Jadi, bukan mentang-mentang gratis diambil semuanya. 

Sebagian anggota KKSBS yang berpartisipasi di dalam kegiatan charity ini merasakan bahwa kegiatan ini memperkuat rasa syukur mereka akan apa yang mereka miliki saat ini. Ke depan KKSBS akan terus berusaha memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan di kota Perth dalam bentuk kegiatan yang lain dan sekaligus memperkenalkan kebudayaan dan potensi ekonomi provisinsi Sumatera Selatan kepada masyarakat yang tinggal di Australia Barat. (Tio Novita/Dewi Winarto, Sekretaris KKSBS).

Uncategorized

About the author

The author didnt add any Information to his profile yet
Comments are closed.