Menteri Yohana Yembise Intensifkan Kerjasama dengan Indonesianis Australia

Feb 18, 2017 Comments Off on Menteri Yohana Yembise Intensifkan Kerjasama dengan Indonesianis Australia by

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak RI, Prof. DR. Yohana Yembise, menjadi pembicara utama dalam Networking Function bersama organisasi para Indonesianis Australia di KJRI Perth, Jumat malam, 17 Februari 2017.

Kegiatan yang diawali tahun lalu ini dihadiri 9 organisasi non-pemerintah  yang selama ini giat memperkuat kerjasama antara Indonesia dan Australia, yakni the Indonesia Institute, Balai Bahasa Indonesia Perth, Australian Consortium for ‘In-Country’ Indonesian Studies (ACICIS), Australia Indonesia Business Council (AIBC), Westralia Indonesian Language Teachers Association (WILTA), Australia-Indonesia Youth Association (AIYA), Bali Peace Park Asociation, Bamboo Micro Credit, dan Indonesia International Initiatives (TIGA-I). Kantor perwakilan Garuda Indonesia di Perth juga turut menghadiri acara ini.

Membuka acara, Konsul Jenderal RI Perth, Ade Padmo Sarwono, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai organisasi tersebut dalam mendekatkan hubungan Indonesia dan Australia. “Kedepannya diperlukan inovasi agar berbagai kerja sama yang ada menghasilkan dampak yang lebih luas. Ada dua hal yang perlu mendapat perhatian yaitu peningkatan pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia dan peningkatan Jumlah Siswa Australia yang belajar di Indonesia. Kesemuanya ini memerlukan dukungan dari para organisasi Indonesianis”, ujar Ade Padmo.

Dalam paparannya, Prof. DR. Yohana Yembise menjelaskan bahwa perempuan di Indonesia  memegang peranan penting dalam berbagai Bidang. Adanya 9 Menteri Wanita di Kabinet saat ini dan banyaknya wanita yang menjadi anggota DPR menjadi bukti  bahwa Indonesia merupakan Negara yang menjunjung tinggi persamaan jender. Berbagai prioritas Indonesia dalam penguatan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak juga dijelaskan. Beberapa hal yang Sudah dilakukan antara lain pelatihan kerja Bagi perempuan, menciptakan child friendly city, pengaduan terintegrasi dan berbagai peraturan per undang-undangan. Tantangan utama adalah geografi Indonesia yang terdiri dari beribu pulau. Kita harus bisa menjangkau sampai ke desa-desa”, tambahnya.

“Pendidikan yang baik sejak dini serta pelatihan keterampilan sangat diperlukan. Oleh sebab itu, kita membuka peluang kerja sama dengan berbagai instansi di Australia, termasuk berbagai lembaga pendidikan”, Prof. Yohana Yembise menjelaskan. “Kerja sama seperti pengiriman tenaga kerja di Bidang  jasa keperawatan  dari Indonesia ke Australia dapat menjadi peluang yang baik bagi Kedua negara” tambah Ibu Menteri.

Hal ini disambut baik oleh Indonesianis yang hadir. Ketua Konsorsium ACICIS, Prof. David Hills, yang bertindak sebagai pembawa acara, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting dan perlu dimanfaatkan untuk mensinergikan program dan inisiatif yang dilakukan, serta dalam upaya untuk mendekatkan hubungan masyarakat kedua negara.

Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan para organisasi Indonesianis untuk menyampaikan programnya untuk Tahun 2017. Seperti BBIP berniat untuk menyelenggarakan Festival Film Indonesia, WILTA Akan menyelenggarakan kompetisi Bahasa Indonesia dan ACICIS Akan meningkatkan Jumlah mahasiswa Australia yang belajar di Indonesia.

Kegiatan Networking Function dengan para Indonesianis ini dilakukan KJRI Perth setiap Tahun. Hal ini bertujuan sebagai  bentuk apresiasi  dan pengakuan atas kontribusi mereka bagi peningkatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia.

Dalam kesempatan tersebut juga ditampilkan berbagai video pariwisata, serta presentasi dari Garuda Insonesia. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dengan sajian kuliner khas Indonesia.

News & Events, Sociocultural

About the author

The author didnt add any Information to his profile yet
Comments are closed.